Pengertian Teori Dalam Akuntansi

            Akuntansi yang kita pelajari di klarifikasi sebagai bagian dari ilmu sosial. Namun selain itu masih banyak pertanyaan yang harus dijawab seperti: Apakah akuntansi merupakan ilmu murni atau terapan? Lalu di manakah posisi akuntansi dalam klasifikasi ilmu? Apa itu teori akuntansi?

Hasil gambar untuk TEORI AKUNTANSI

            Berdasarkan definisi-definisi yang telah dikemukakan, maka dapat disimpulkan bahwa akuntansi sebagai alat (tools) untuk penyediaan informasi, sebagai seni untuk mencatat, mengelompokkan, dan mengikhtisarkan, hingga seni untuk menafsirkan hasil transaksi keuangan, sebagai seperangkat pengetahuan (body of knowledge), dan sebagai sistem yang mengolah input berupa kejadian-kejadian ekonomi atau transaksi-transaksi bisnis dari suatu kesatuan melalui identifikasi, pengukuran, pencatatan, pengikhtisaran, dan pengkomunikasian suatu output berupa informasi kepada pihak internal dan eksternal.
            Ilmu adalah pengetahuan tentang sesuatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu di bidang (pengetahuan) itu. Ilmu adalah kumpulan atau akumulasi pengetahuan yang sistematis dan rasional dalam menjelaskan hubungan yang bersifat kausal (bersifat menyebabkan suatu kejadian) mengenai objek tertentu berdasarkan pola berpikir ilmiah. Pola berpikir ilmiah yang digunakan adalah penggabungan dari pikiran rasional yang ada dalam dunia abstrak (abstract world) dan dunia empiris yang dijumpai dalam dunia nyata (real world).
            Machlup mengklasifikasikan pengetahuan yang merupakan hasil penerapan indrawi sebagai dasar bertindak ke dalam 5 (lima) klasifikasi, yaitu:

1.      Pengetahuan praktis untuk mengambil keputusan;
2.      Pengetahuan intelektual untuk memenuhi rasa kepenasaran;
3.      Pengetahuan ringan untuk memenuhi kepuasan emosional dan sejenak;
4.      Pengetahuan spiritual yang mempelajari hubungan pengetahuan dengan keagamaan dan keselamatan jiwa;
5.      Pengetahuan yang tidak diinginkan, yang tidak diminati namun tiba-tiba diketahui tanpa disengaja.

            Sumber pengetahuan dapat diperoleh melalui dua sumber yaitu Tradisi (diperoleh melalui pewarisan atau transmisi dari generasi ke generasi) dan Autoriti (dihasilkan melalui penemuan-penemuan baru oleh orang yang punya keahlian di bidangnya). Dapat dikatakan juga bahwa dalam memperoleh pengetahuan dapat dilakukan dengan metode ilmiah, yaitu suatu sintesis antara berpikir rasional dan bertumpu pada data empiris.


·         Pendekatan Deduktif
            Pendekatan ini adalah proses berpikir dengan logika formal yang bermula dari hal-hal yang bersifat umu untuk kemudian ditarik kesimpulan secara khusus dalam bentuk silogisme (merupakan pernyataan-pernyataan atau premis). Premis dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu premis mayor, premis minor, dan premis kesimpulan. Apabila premis yang disusun benar maka kesimpulan yang dihasilkan akan benar demikian juga dengan sebaliknya.


·         Pendekatan Induktif
            Pendekatan ini dilakukan dimulai dari hal-hal yang bersifat khusus (real world) biasanya dimulai dari pengamatan yang bersifat empiris untuk kemudian dibuat generalisasi atau kesimpulan umum. Sehingga kesimpulan ini dapat menjadi salah apabila didapati pengamatan yang dilakukan salah, demikian juga sebaliknya. Sehingga sangat menuntut ketelitian dari si pengamat itu sendiri.
            Jadi yang dapat dikategorikan sebagai ilmu adalah apabila pendekatannya menggunakan pendekatan yang deduktif dan induktif, isi dari pendekatan tersebut adalah variabel-variabel yang diteorikan yang harus dibuktikan kebenarannya.

            Tujuan utama dari teori akuntansi adalah menyajikan suatu dasar dalam memprediksi dan menjelaskan perilaku serta kejadian-kejadian akuntansi. Meskipun teori akuntansi dianggap belum komprehensif, namun bukan berarti upaya-upaya tidak dilakukan untuk mengembangkan teori umum semacam ini. Apabila dihubungkan dengan ilmu bahasa, teori akuntansi dibagi atas 3 (tiga) bidang kajian, yaitu sintaktis (simbol-simbol), semantik (gramatika, logika), dan pragmatik (kaitan antara simbol dan pengaruh terhadap penerima).
            Pernyataan-pernyataan disampaikan Belkaou, bahwa sebenarnya teori akuntansi dapat dikategorikan sebagai sebuah teori dan sebagai ilmu dengan multiparadigma. Hal ini juga telah dikuatkan dengan penelitian-penelitian lain yang telah dilakukan. Paradigma itu sendiri merupakan pemikiran konseptual dan instrumen kerangka kerja untuk menciptakan model penelitian yang memiliki khas dan koheren.
            Akuntansi akan terus mengalami perkembangan karena tidak ada paradigma tunggal yang komprehensif. Dalam hal paradigma ini begitu banyak pengertian yang menjadi perdebatan kaum intelektual. Didapati bahwa paradigma mencakup unsur-unsur, definisi, dan interelasi contoh, teori-teori, metode, dan teknik dalam ilmu pengetahuan. Unsur-unsur yang dimaksud adalah unsur (1) Exemplar; (2) Image of the subjects matter; (3) Theories; dan (4) Methods, serta paradigma dalam akuntansi terdiri atas (1) Antropological/Induktif; (2) The True Income/Deduktif; (3) Decission Usefulness/Decission Model; (4) Decission Maker/Aggregat market Behaviour; (5) Decission Maker Individual User; (6) Information/Economic.
            Perkembangan masing-masing paradigma ini tidak akan mencapai suatu wujud penegtahuan yang mutlak. Sudah tentu setiap paradigma akan terus diverifikasi untuk menemukan adanya anomali-anomali (penyimpangan).
            Oleh sebab itu teori yang telah diverifikasi akan menjadi kuat dan dapat digunakan untuk memprediksi gejala alam atau sosial tertentu. Penguji utama validitas suatu teori adalah kemampuan teori itu untuk menjelaskan fenomena dan variabelnya. Dengan demikian, sifat dari teori akuntansi ini adalah lebih bersifat lebih deskriptif dan preskriptif.
Gambar terkait