Perkenalkan nama saya, Aldo. Umur saya saat ini 21 tahun 7 bulan dan 2 hari. Saya ini adalah seorang pria yang baru saja lulus dari sebuah universitas di pelosok gunung yaitu Universitas Advent Indonesia. Blog ini sebenarnya blog waktu kuliah buat posting tugas, tapi sudah beralih menjadi blog untuk kepentingan umum. Jadi, setelah sekian lama tidak digunakan, saya mau membagikan sedikit cerita yang mungkin bisa menjadi motivasi ataupun menjadi pelajaran bagi saya pribadi, agar lebih bisa mengucap syukur dan berpikir lebih positif dalam menjalani hidup.
Saya adalah tipe orang yang suka sekali berpikir yang berlebihan atau istilah Inggris-nya itu adalah OVERTHINKING. Saya suka sekali berpikir hal-hal yang bahkan tidak penting. bahkan saya sendiri bertanya-tanya, "Mengapa saya seperti ini?'. Sebagai seorang yang mempunyai pendirian yang perfeksionis, tentu hal seperti ini akan dapat terjadi kepada para blogger yang juga ada membaca ini. Nah, sebulan yang lalu saya baru lulus dari kampus saya, tapi sebenarnya saya sudah selesai pada Desember tahun lalu. Sekarang saya sedang mencari pekerjaan idaman saya dan belum mendapatkannya. Disinilah saya mulai berpikir, berpikir, berpikir, dan terus berpikir. Apakah usaha saya belum maksimal? Apakah saya kurang beruntung? Apakah saya tidak layak untuk mendapatkan pekerjaan yang saya idamkan? Begitu banyak pertanyaan yang ada dalam pikiran saya. Hal ini bukan terjadi hanya saat ini saja, bahkan saya mulai menyadari hal saat saya masuk ke bangku SMP. Saya berpikir untuk hal-hal yang sangat tidak penting, sehingga teman-teman saya terkadang canggung dekat dengan saya.
Jadi, apakah yang terjadi?
Nah, sebelumnya apa sih arti dari 'OVERTHINKING' itu sendiri? Menurut artikel yang ditulis oleh Nicole LaChance, seorang koordinator Pemasaran dan Komunikasi, menuliskan di Institute Educational Advancement bahwa: "Overthinking, along with its siblings perfectionism and anxiety, is common in gifted kids. Psychology Today attributes this in part to overexcitabilities and the mind not being able to ever really turn off."
Setelah membaca artikel ini (silahkan klik link ini Overthinking: When Your Mind Won't Turn Off) saya pun mulai berpikir. Apakah memang saya ini salah satu gifted kids yang tidak bisa menon-aktifkan otaknya? Apakah ini artinya baik untuk overthinking? Tetapi artikel ini seperti mengenai diri saya dengan tingkat akurasi hampir 85%. Jadi sebenarnya apa yang terjadi dengan diri saya sebenarnya?
Hal-hal yang terjadi apabila seseorang OVERTHINKING adalah hal-hal yang biasa 'menyerang' otak kita, seperti susah untuk tidur (bangun tidur tidak tepat waktu), tidak pernah merasa tenang (khususnya yang berhubungan dengan masa depan), mudah panik, dan bahkan dapat menuntun ke arah stres dan berujung depresi dan hal-hal inilah yang sering saya rasakan. Sehingga saya terkadang berpikir, apakah saya sedang mengalami gangguan mental? Aura negatif sepertinya melingkupi saya. Saya juga bahkan kesulitan untuk berpartisipasi untuk donor darah karena memiliki tekanan darah yang cukup tinggi. Tekanan darah tinggi dapat dipicu oleh karena kurang tidur dan juga otak yang mengatur tekanan darah. Sepertinya semuanya saling berkaitan bukan?
Saya akhirnya mengkategorikan 'kebiasaan' saya ini sebagai suatu sindrom. Sindrom yang membuat saya menjadi seseorang saat ini. Sehingga, saya takut apabila OVERTHINKING ini dapat menghancurkan kehidupan saya di tambah dengan keadaan sekarang yang sedang struggling untuk mendapatkan pekerjaan idaman ini yang semakin memperparah 'kebiasaan' ini. Jadi apakah yang harus dilakukan untuk menghentikan 'kebiasaan' ini? Satu hal yang perlu diingat bahwa OVERTHINKING dapat menjadi suatu kebiasaan, dan apabila kebiasaan terus menerus dilakukan, maka tidak ada obat untuk dapat mengobatinya.
Tetapi seperti peribahasa, "Lebih baik mencegah, daripada mengobati.", maka bagaimana supaya 'kebiasaan' ini tidak terjadi kepada pembaca yang belum mengalaminya? Berikut yang saya ingin bagikan.
Jadi, apakah yang terjadi?
![]() |
| Source: https://tenor.com/view/overthinking-overthink-gif-7294248 |
Nah, sebelumnya apa sih arti dari 'OVERTHINKING' itu sendiri? Menurut artikel yang ditulis oleh Nicole LaChance, seorang koordinator Pemasaran dan Komunikasi, menuliskan di Institute Educational Advancement bahwa: "Overthinking, along with its siblings perfectionism and anxiety, is common in gifted kids. Psychology Today attributes this in part to overexcitabilities and the mind not being able to ever really turn off."
Setelah membaca artikel ini (silahkan klik link ini Overthinking: When Your Mind Won't Turn Off) saya pun mulai berpikir. Apakah memang saya ini salah satu gifted kids yang tidak bisa menon-aktifkan otaknya? Apakah ini artinya baik untuk overthinking? Tetapi artikel ini seperti mengenai diri saya dengan tingkat akurasi hampir 85%. Jadi sebenarnya apa yang terjadi dengan diri saya sebenarnya?
Hal-hal yang terjadi apabila seseorang OVERTHINKING adalah hal-hal yang biasa 'menyerang' otak kita, seperti susah untuk tidur (bangun tidur tidak tepat waktu), tidak pernah merasa tenang (khususnya yang berhubungan dengan masa depan), mudah panik, dan bahkan dapat menuntun ke arah stres dan berujung depresi dan hal-hal inilah yang sering saya rasakan. Sehingga saya terkadang berpikir, apakah saya sedang mengalami gangguan mental? Aura negatif sepertinya melingkupi saya. Saya juga bahkan kesulitan untuk berpartisipasi untuk donor darah karena memiliki tekanan darah yang cukup tinggi. Tekanan darah tinggi dapat dipicu oleh karena kurang tidur dan juga otak yang mengatur tekanan darah. Sepertinya semuanya saling berkaitan bukan?
![]() |
| Source: https://id.pinterest.com/pin/541346817681857155/ |
Saya akhirnya mengkategorikan 'kebiasaan' saya ini sebagai suatu sindrom. Sindrom yang membuat saya menjadi seseorang saat ini. Sehingga, saya takut apabila OVERTHINKING ini dapat menghancurkan kehidupan saya di tambah dengan keadaan sekarang yang sedang struggling untuk mendapatkan pekerjaan idaman ini yang semakin memperparah 'kebiasaan' ini. Jadi apakah yang harus dilakukan untuk menghentikan 'kebiasaan' ini? Satu hal yang perlu diingat bahwa OVERTHINKING dapat menjadi suatu kebiasaan, dan apabila kebiasaan terus menerus dilakukan, maka tidak ada obat untuk dapat mengobatinya.
Tetapi seperti peribahasa, "Lebih baik mencegah, daripada mengobati.", maka bagaimana supaya 'kebiasaan' ini tidak terjadi kepada pembaca yang belum mengalaminya? Berikut yang saya ingin bagikan.
- Berusahalah untuk selalu stay positive.
- Tetaplah mengucap syukur.
- Cintai diri anda.
- Selalu bangun sosial yang baik dengan orang-orang yang anda cintai.
- Berdoa dan ibadah.
Dan untuk para overthinker tidak salah untuk mencoba hal-hal di atas. Mungkin sangat sulit untuk dilakukan, tetapi usaha tidak akan pernah mengkhianati anda. Kalau saya bisa, tentu anda pun juga bisa melakukannya.
Ini mungkin artikel pribadi yang bisa saya bagikan. Satu hal yang perlu anda ketahui bahwa artikel ini saya tulis karena saya merupakan salah satu overthinker tersebut. Semoga untuk lebih kurangnya mohon dimaafkan dan semoga bermanfaat untuk pembaca semua. Silahkan komen dibawah untuk saran, masukan, pengalaman, dan kritik anda!
Tetap stay positive and be happy! 😁


0 Comments