Halo readers dan wanderers! 😸
Kesempatan
kali ini saya akan mereview dan berbagi pengalaman sewaktu mengunjungi
Kebun Binatang Ragunan, yang merupakan satu-satunya taman margasatwa di
Jakarta.
Sebagaimana
yang dilansir melalui situs Wikipedia, Kebun Binatang Ragunan ini
terletak di daerah Ragunan, Pasar Minggu di Jakarta bagian Selatan.
Kebun binatang ini merupakan salah satu kebun binatang tertua di
Indonesia yang didirikan pada tahun 1864 dengan luas 140 hektare. Luas
sekali ya. Nah, buat yang belum tahu lokasi spesifiknya, boleh klik link
ini Ragunan Zoo (Maps).
Tempat ini buka dari hari Selasa sampai Minggu, dan tutup pada hari
Senin. Jam buka dari pukul 07.30 sampai 16.00. Catat ya, biar nanti pas
sampai sudah buka atau masih buka. Tempat ini terbuka untuk umum dan
sangat family-friendly.
WELCOME TO TAMAN MARGASATWA RAGUNAN!
![]() | |
| Gerbang Pintu Masuk ke Kebun Binatang Ragunan |
TRANSPORTASI UMUM KE KB RAGUNAN
Saya
mengunjungi kebun binatang ini dengan menggunakan transportasi umum,
yaitu TRANSJAKARTA. Mengapa dengan TJ? Sudah pasti dengan cukup membayar
RP. 3.500 anda akan sampai tepat di halte Ragunan, dimana halte ini
lokasinya tepat di depan pintu masuk kebun binatang ini. Sebenarnya
banyak koridor yang disediakan TJ untuk ke kebun binatang ini. Ini
beberapa koridornya ya. Mari disimak sesuai tempat anda tinggal.
- 4H Pulo Gadung - Ragunan
- 6 Ragunan - Dukuh Atas 2
- 6A Ragunan - Monas (via Kuningan)
- 6B Ragunan - Monas (via Semanggi)
- 6F Ragunan - Stasiun Manggarai
- 6N Ragunan - Blok M
- 7E Kampung Rambutan - Ragunan
- 13D Ragunan - Puri Beta
Nah, untuk lebih jelasnya dimana halte anda untuk menunggu, boleh di cek melalui aplikasi Trafi. Boleh download disini.
Sewaktu saya mengunjungi tempat ini, saya memilih menggunakan koridor 6B. Selain sepi pada waktu weekdays,
koridor ini juga melewati halte Sarinah (penulis tinggal dekat halte
ini hehe). Perjalanan memakan waktu sekitar 40-45 menit hingga sampai di
halte Ragunan. Kurangi polusi dengan menggunakan transportasi umum ya readers dan wanderers!
MASUK KE RAGUNAN
Setelah
sampai di pintu masuk kebun binatang, saya masuk melalui parkiran motor
dan tiba di pintu utara sepertinya. Nah, saya yang bukan penduduk asli
ibu kota sempat kebingungan untuk masuk ke dalam kebun binatang ini.
Ternyata setelah saya menanyakan ke petugas disana, jika mau mengunjungi
kebun binatang ini, anda HANYA bisa menggunakan satu kartu e-money yang diterbitkan oleh BANK DKI seperti gambar di bawah ini.
![]() | ||||
| Sumber: Twitter @bank_dki |
Kartunya
di beri nama 'Jakcard'. Tapi tidak perlu khawatir jika anda tidak punya
kartu ini, anda bisa membelinya di loket ketika ingin masuk ke dalam.
Cukup membayar Rp. 35.000 anda bisa mendapatkan satu kartu Jakcard
dengan saldo sebesar Rp. 20.000. Bagi yang sudah punya dan saldo tidak
mencukupi, di dekat loket ini juga ada petugas dari Bank DKI yang siap
membantu anda untuk top-up dan juga bisa top-up menggunakan mesin.
Setelah sudah punya kartu Jakcard saya pun masuk ke dalam kebun binatang dengan tap kartu seperti tap waktu
ingin naik TJ. Saya yang sudah berumur 21 tahun dikenakan tarif RP.
4.000, padahal saya kelihatan masih anak-anak. Oke stop halu 🤣🤣🤣
Untuk harga tiket masuk boleh di cek di bawah ya.
![]() | |||
| Sumber: Twitter @ragunanzoo |
DI DALAM KEBUN BINATANG
Pertama
kali saya masuk ke dalam, spesies yang saya lihat pertama kali adalah
Gajah Sumatra. Sering saya mendengar beberapa gajah berusaha menggunakan
belalai mereka untuk menggedor pintu kandang mereka. Saya terkadang
merasa kasihan dengan margasatwa ini. Tetapi, di sisi lain hal ini
diperlukan melihat populasi gajah sumatera yang berada di level critically endangered. Di lingkungan kandang gajah ini cukup bersih dan tentu beraroma kurang sedap karena banyak kotoran di sekitar mereka.
Nah,
ada satu hal yang cukup membingungkan saya ketika mengunjungi tempat
ini pertama kalinya. Sangat sulit untuk memahami peta petunjuk lokasi
satwa, meskipun sudah disediakan peta dan petunjuk arah disini. Hal ini
tentu membuat saya cukup lelah, karena saya menjadi bingung harus pergi
kemana. Disini juga ada jasa untuk menikmati alam di Ragunan, dengan
menggunakan kereta mini yang disediakan kebun binatang ini.
Oh
ya, saya menyarankan anda untuk datang kesini dengan menggunakan sepeda
yang disewakan kebun binatang yah. Meskipun berjalan lebih santai, tapi
melihat lokasi satwa yang berjauhan antara satu dengan yang lain, saya
pastikan anda akan cukup kelelahan. Tetapi, jangan khawatir. Di kebun
binatang ini juga anda bisa piknik bersama keluarga dan juga tersedia
banyak rumah makan yang menyediakan makanan dan minuman. Tapi, karena
saya single, saya menikmati saja keindahan kebun binatang ini hehehe.
Berdasarkan
situs Wikipedia, terdapat 200 lebih spesies binatang dari berbagai
kingdom dan famili. Berikut yang saya tangkap dengan kamera handphone
saya.
![]() |
REVIEW
Overall,
kebun binatang ini termasuk lengkap dan tetap terjaga kelestariannya.
Sayangnya, disini cukup sulit untuk mengetahui keberadaan satwa karena
peta lokasi yang kurang jelas. Hal lain yang sangat disayangkan, dimana
anda hanya bisa menggunakan kartu Jakcard untuk masuk ke dalam kebun
binatang. Padahal, banyak warga dari luar Jakarta yang datang dan belum
tentu menggunakan kartu ini di daerah asalnya. Monopoli yang cukup
ampuh, tetapi bagi yang tinggal di ibu kota, mungkin bukan menjadi
sesuatu yang terlalu merugikan. Hal yang terakhir yang sangat saya
sayangkan adalah ketika saya melihat satwa Chordata yang memakan
plastik wafer, yang mungkin dibuang pengunjung. Supervisi sangatlah
penting dalam hal ini. Meskipun, sudah ada larangan yang tertulis,
namanya juga manusia terkadang 'malas' atau 'pura-pura tidak membaca'.
FOR DEAREST READERS...
Saya berharap dengan membaca postingan blog ini, readers
bisa mengunjungi kebun binatang ini dan belajar mengenai satwa-satwa
yang ada di tanah air dan di luar negeri. Tempat ini merupakan tempat
edukasi yang cocok, khususnya bagi anak-anak. Mereka bisa belajar dimana
kebanyakan dari satwa disini sudah menuju kepunahan.
Tempat ini wajib
anda kunjungi ketika berkunjung di Jakarta. Murah, edukatif, dan
menarik adalah tiga kata yang penulis gunakan untuk mendeskripsikan
tempat ini. Gunakan transportasi umum untuk mengurangi polusi juga ya.
Keberadaan
kebun binatang ini memang terkadang menimbulkan pro dan kontra, tetapi
alangkah lebih baik jika anda mengambil sisi positif keberadaan tempat
ini. Selama KB Ragunan masih merawat satwa-satwa ini dengan baik, maka
tempat ini akan dapat mencegah kepunahan dari satwa. Tetapi, perlu juga
adanya kerjasama dari readers yang berniat berkunjung atau yang
pernah berkunjung untuk menaati peraturan yang telah dibuat pengelola
kebun binatang. Taat aturan akan memperpanjang umur dari satwa-satwa
yang dilindungi ini.
Nah, sekian dulu pengalaman yang bisa yang bisa penulis bagikan buat semua readers.
Semoga postingan ini bermanfaat bagi semuanya. Kalau ada saran atau
komentar untuk mendukung kemajuan blog ataupun kebun binatang Ragunan,
boleh disampaikan.
Terima kasih! 🦏🐅🐍🦌🦛🦚🐘🧸




















0 Comments